6 Fakta Seputar Abimana Aryasatya

Dengan kesuksesan film jagoan lokal pertama Indonesia, Gundala, yang juga menjadi pembuka Jagat Sinema Bumilangit sampai 5 tahun mendatang, turut melambungkan nama akotr utamanya, Abimana Aryasatya yang berperan sangat apik.

Namun tak banyak yang tahu, dibalik aktingnya yang menawan serta pribadinya yang ramah dan penuh senyum, perjalanan hidup Abimana ternyata cukup berat dan berliku.

1. Besar di lingkungan keras tanpa sosok ayah

Abimana lahir di Jakarta, 24 Oktober 1982. Masa kecilnya tidaklah terlalu menyenangkan karena ia tumbuh besar di lingkungan yang keras hanya berdua bersama sang ibu. Diketahui sang ayah meninggalkannya ketika ia lahir.

Dalam sebuah wawancara, Abimana menyatakan bahwa lingkungan tempatnya tinggal bukanlah lingkungan kondusif di mana seorang anak dapat tumbuh dengan baik. “Semua dosa manusia yang kamu bayangkan ada semua di sana,” terangnya.

2. Mengidap inferiority complex karena kurangnya penghargaan di masa kecil

Rupanya hubungan antara dirinya dan sang ibu juga kurang baik. Hal ini ia terangkan sendiri dalam sebuah sesi wawancara, bahwa komunikasi antara keduanya hanya berjalan satu arah, tak ada yang mau mengalah. Meski seringnya masalah muncul justru ketika mereka sedang bersosialisasi.

Karena sering dibanding-bandingkan dengan anak-anak lain yang lebih baik darinya, Abimana menjadi pribadi tertutup yang merasa bahwa apapun hal baik yang ia kerjakan selalu tidak cukup di mata ibunya. Hal ini bahkan terbawa sampai ia menikah dan punya anak.

3. Kerja serabutan dan tak pernah punya mimpi menjadi aktor

Sebelum dikenal sebagai aktor multitalenta yang sukses, Abimana terlebih dulu mencecap pekerjaan sebagai kru film ‘yang mau dibayar murah’. Salah satunya ia pernah bekerja di bagian kostum dan menggosok baju aktris senior Inneke Koesherawati.

Tak berhenti sampai situ, ia juga pernah ngamen dari kafe ke kafe bersama Jawa yang kelak menajdi bassist band Maliq & D’essentials.

4. Menikah muda untuk “balas dendam”

Biar begitu, Abimana punya cita-cita mulia ketika beranjak remaja. Saat sedang berkunjung ke rumah saudaranya, ia melihat sebuah keluarga sempurna di mana ia juga disambut dengan baik.

Di sana ia melihat meja makan besar dan bermimpi suatu saat ia harus membangun keluarga bahagia yang ketika jam makan tiba, seluruh keluarga dapat berkumpul sambil bercengkrama.

Mimpi tersebut ia realisasikan pada tahun 2001, di mana ia menikahi Inong Ayu saat usianya menginjak 19 tahun. Abimana juga mengakui bahwa keputusannya menikah muda didasari rasa “balas dendam” untuk membuktikan pada ibu dan ayahnya bahwa ia mampu memimpin sebuah keluarga dengan baik.

Terbukti, 18 tahun menikah, Abimana berhasil membina keluarga harmonis serta menjadi figur ayah yang dapat dibanggakan oleh anak-anaknya.

5. Ganti nama yang membawa berkah

Siapa sangka bahwa nama Abimana Aryasatya bukanlah nama asli. Nama tersebut adalah pemberian istri dan anak-anaknya karena ia merasa bahwa nama pemberian orang tuanya, Robertino Tan tidak membawa doa yang baik untuknya.

Meski begitu ia tetap mempertahankan nama aslinya tersebut di akta kelahiran serta surat-surat lainnya. Diakui olehnya, nama Abimana Aryasatya bukanlah sekadar nama panggung, tapi benar-benar menjadi identitas barunya dalam menjejaki kehidupan baru setelah menikah.

Lucunya ia pernah berkelakar bahwa nama Abimana jika dipelesetkan dapat dipotong menjadi ‘Abi’ dan ‘mana’ (bapak mana), yang merujuk pada masa kecilnya yang tumbuh tanpa kehadiran sosok seorang ayah.

6. Menjadi aktor multitalenta lewat banyak judul film yang nge-hits

Dengan kesabaran dan keuletannya serta tidak terlepas dari peran sang istri, Inong Ayu yang mendampinginya, Abimana kini tengah menuai kesuksesan besar.

Ia selalu berhasil menyuguhkan akting prima dalam film lintas genre yang nge-hits; sebut saja Catatan (Harian) Si Boy (2012), 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Haji Backpacker (2014), Negeri van Oranje (2015), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015), Sabtu Bersama Bapak (2016), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! (2016) hingga Gundala (2019).

Lewat kiprahnya tersebut, Abimana banyak mendapat nominasi dari ajang bergengsi perfilman Indonesia hingga memboyong piala untuk kategori Aktor Terlaris Indonesian Box Office Movie Awards 2016 serta Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang yang sama pada 2017.

Instagram Abimana Aryasatya

Leave a Reply

%d bloggers like this: