Cina Darurat Coronavirus Jenis Baru, Begini Status Indonesia hingga Langkah Pencegahannya

Virus baru yang menyerang pernapasan dan pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Cina, telah menginfeksi ratusan warga Tiongkok dan merenggut beberapa nyawa.

Infeksi yang menyebar cepat, yang menyebabkan gejala seperti pneumonia, telah mendorong pihak berwenang Tiongkok untuk mengkarantina beberapa kota besar dan membatalkan beberapa acara Tahun Baru Imlek.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Seperti apa gejala dan langkah pencegahannya? Apakah Indonesia juga akan terdampak virus ini?

1. Kasus coronavirus pertama berasal dari Cina

Ratusan pasien telah terinfeksi virus di seluruh Cina, dengan provinsi Hubei tengah yang terkena dampak terburuk.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan jumlah kasus yang kemungkinan akan meningkat, dan otoritas Cina juga sudah merilis sejumlah langkah untuk mencoba menghentikan penyebaran virus.

Pembatasan perjalanan telah diberlakukan di sejumlah kota di Provinsi Hubei dan orang-orang telah diminta untuk mengenakan masker di tempat umum.

Yang menyesakkan, penyebaran virus ini terjadi justru saat masyarakat Cina tengah merayakan Tahun Baru Imlek; salah satu tanggal paling penting dalam kalender Cina.

WHO belum mengklasifikasikan virus tersebut sebagai “darurat internasional”, salah satunya karena rendahnya jumlah kasus di luar negeri. Namun Dirjen WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa kasus penyebaran virus tersebut sudah masuk dalam status darurat di Cina.

2. Sudah sampai mana penyebaran virus ini?

Di luar Cina, kasus coronavirus yang sudah dikonfirmasi datang dari Thailand, Vietnam, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Nepal, Jepang, AS, dan Prancis.

Sedangkan negara-negara lainnya, seperti Inggris dan Kanada, juga Australia masih melakukan langkah pencegahan intensif.

Banyak pihak berwenang telah mengumumkan langkah-langkah penyaringan untuk penumpang dari Tiongkok, termasuk pusat bandara utama Dubai dan Abu Dhabi.

Taiwan telah melarang orang yang datang dari Wuhan, dan Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga negaranya untuk meningkatkan kewaspadaan di Tiongkok.

3. Apa sebenarnya virus corona?

Biasanya virus corona menyebabkan gejala pernapasan ringan, seperti batuk atau pilek. Tetapi beberapa lebih serius, seperti Sars (Sindrom Pernafasan Akut Parah) yang mematikan hingga Sindrom Pernafasan Timur Tengah (Mers).

Ilustrasi virus corona

Namun wabah kali ini, yang juga dikenal sebagai novel coronavirus (nCoV); merupakan virus jenis baru dari famili corona yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Otoritas Cina juga belum bisa mengonfirmasi sumber virus tersebut.

Gejala virus ini dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering, lalu setelah seminggu, menyebabkan sesak napas. Tetapi dalam kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Sebagian besar korban adalah orang lanjut usia, yang menderita penyakit kronis lainnya seperti parkinson dan diabetes.

Peter Piot, profesor kesehatan global dan direktur London School of Hygiene & Tropical Medicine, menyampaikan “kabar baik”, bahwa data yang ada menunjukkan virus tersebut mungkin memiliki angka kematian yang lebih rendah daripada Sars.

Namun begitu, belum ada pengobatan anti-virus khusus untuk infeksi, sehingga orang dengan virus corona saat ini masih dirawat berdasarkan gejalanya saja.

4. Kurangi peluang terjangkit coronavirus dengan melakukan hal-hal berikut ini

WHO menyarankan orang di daerah yang terkena dampak wabah untuk mengikuti prosedur standar demi mengurangi kemungkinan tertular virus, termasuk menjaga kebersihan tangan dan pernapasan.

Orang-orang disarankan untuk menghindari kontak dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut; cuci tangan secara teratur, terutama setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan mereka; serta hindari kontak tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.

Hindari mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang serta makanan laut juga disarankan.

5. Apakah Indonesia sudah terdampak?

Indonesia dan negara-negara lain meningkatkan kewaspadaan setelah dikonfirmasi pada Selasa lalu (21/1) bahwa virus corona jenis baru, yang juga dikenal dengan nama 2019-nCoV, bisa menular dari manusia ke manusia.

Wabah yang berasal dari Wuhan, China bagian timur, ini telah mengakibatkan tujuh belas orang tewas. Sementara lebih dari lima ratus lainnya terinfeksi.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada laporan tentang kasus virus corona jenis baru di Indonesia.

Petugas melakukan pendeteksian suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, yang menerima penerbangan langsung dari Wuhan, tempat asal wabah virus korona jenis baru

Duta Besar Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun, mengatakan sejauh ini tidak ada WNI di negeri tirai bambu yang terinfeksi.

KBRI Cina sudah dua kali membuat pengumuman; sementara KJRI Shanghai, Guangzhou, dan Hongkong juga sudah mengimbau warga Indonesia di kota-kota itu.

“Di kota Wuhan sebagian besar mahasiswa Indonesia sudah pulang karena libur. Yang masih di Wuhan dan Provinsi Hubei terus berkomunikasi dengan KBRI,” kata Djauhari kepada BBC News Indonesia lewat pesan singkat.

Kemenkes mengatakan belum menerima informasi tentang warga Indonesia yang terinfeksi virus jenis baru dari badan kesehatan negara lainnya.

(disadur dari https://www.bbc.com/news/world-51235105 dan https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51214664 dengan perubahan seperlunya)

Portal Media Entertainment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

LIONTIVI Portal Media Entertainment