Kontroversi Livi Zheng Berlanjut, Sebut Joko Anwar Gak Ngerti Oscar

Deddy Corbuzier mengundang Livi Zheng untuk berbincang soal kontroversi yang terjadi belakangan terkait sang sutradara.

Dalam bincang-bincang yang diunggah Deddy ke akun YouTube-nya, Livi berusaha mengklarifikasi sejumlah perdebatan panas antara dirinya dengan Joko Anwar dan John De Rantau di acara QnA Metro TV dengan tema Belaga Hollywood.

Salah satu yang disinggung adalah soal Oscar. Livi menganggap, Joko Anwar dan John De Rantau tak paham soal ajang bergengsi tersebut.

“Aku bingungnya si Joko Anwar, si John De Rantau, kagak ngerti Oscar, nyecer gue soal Oscar. Dan mereka ngotot gitu lho. Terus giliran gue ngomong bener, mereka ngomong yang lain. Lucu aja gitu lho, lu enggak ngerti Oscar, lu enggak ngerti Hollywood, lu ngomongin Oscar sama Hollywood,” seru Livi Zheng.

Livi masih ngotot soal definisi ‘Hollywood’ dan hal-hal yang menyangkut Oscar. Dia menjelaskan, filmnya memang film Hollywood karena dikerjakan di Amerika. Begitu juga soal feature film yang sempat dipertanyakan sutradara Gundala itu.

Livi menyebut, feature film adalah film yang durasinya lebih dari 40 menit, tak peduli apa genre-nya. Karenanya, dia kukuh mengatakan bahwa Bali: Beats of Paradise memang film feature yang bersaing dengan Avengers: Infinity War di Oscar.

Tampak berapi-api saat menjawab, Deddy Corbuzier mempertanyakan sikap Livi Zheng yang berbeda di acara TV tersebut. Deddy juga menyayangkan mengapa Livi tak bereaksi seperti itu ketika di depan mereka.

“Aku mungkin terlalu syok. Ada orang yang enggak semengerti itu tapi sengotot itu. Kalau gue dikritik soal karya, dikasih masukan soal karya itu oke. Di Amerika biasa banget. Cuma ini heran aja. Banyak berita enggak penting, hoax yang nyangkut paut bokap, gue kaget aja, karena seumur hidup gue kerja di Amrik, enggak pernah kayak gini. Orang nyerang, nyerang karyanya, ya udah, enggak apa-apa, semua orang punya selera,” ujarnya membela diri.

Deddy Corbuzier juga mengemukakan pandangannya bahwa yang diperdebatkan selama ini karena persepsi kebanyakan orang dengan persepsi Livi Zheng berbeda. 

“Sekarang gini, kalau lu bikin film di Indonesia, bisa enggak nyampe ke Oscar? Karena kan sekarang yang dimasalahin orang kan, lu udah tinggal di sana (AS) sih, jadi lu enak aja bikin film Hollywood. Karena lu mengatakan, film Hollywood adalah film yang diproduksi di sana,” tanya Deddy.  

Livi terlihat berputar-putar menjawab pertanyaan Deddy. Dia mengatakan, belum kepikiran untuk membuat film Indonesia yang nantinya didaftarkan ke Oscar. Deddy terus menjelaskan, justru hal itu yang jadi perdebatan. Livi dianggap mudah mengklaim filmnya film Hollywood karena memang dikerjakan di Amerika. 

“Ya udah, lu coba deh produksi film di Indonesia, berani enggak? Masuk Hollywood juga enggak entar? Deg-degan kan, lu,” tantang Deddy.

Livi menjawab, dia memang sedang diminta NU untuk membuat film dan syutingnya di Indonesia.

“Bisalah. Kalau masuk bioskop Amerika bisalah. So far, film-filmku yang aku stutradarai 100 persen masuk bioskop Amerika dan Indonesia. Di Amerika tuh fair banget. Dia enggak lihat lu orang Indonesia, orang mana, dia lihat karya,” jawab Livi Zheng.

Sebelum menutup, Deddy bertanya pada Livi Zheng apa yang ingin dia sampaikan ke para panelis di acara sebelumnya.

“Gini loh, bro. Gini loh, Joko Anwar. Lu jangan ngomong, film gue bukan feature film kalau lu enggak ngerti feature film. Film gue tuh feature film. John De Rantau, lu jangan ngomong, semua film Best Picture, karena enggak semua film Best Picture, itu kategori Oscar. Film lu ada enggak yang masuk Best Picture Oscar, karena itu kategori paling bergengsi di Oscar,” seru Livi.

Instagram Livi Zheng

(disadur dari viva.co.id)

Leave a Reply

%d bloggers like this: