Kurangi Asupan Gula dan Tepung Selama Puasa, Atur Pola Makan Biar Imunitas Tetap Terjaga

Bulan Ramadhan tahun ini memang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena berlangsung di tengah-tengah pandemi corona. Karena kondisi tersebut, penting bagi kita untuk tetap menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus berbahaya selama menjalankan puasa.

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama berpuasa adalah dengan mengatur pola makan. Sebab, menurut eat right expert sekaligus founder dari lightHOUSE Klinik, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl, mengatur pola makan saat puasa bisa meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus menjauhkan kita dari kelebihan berat badan.

“Saat bulan puasa, banyak sekali aneka jenis makanan dan minuman yang bermunculan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tersebut semakin meningkat. Sebetulnya hal ini sangat normal. Tapi yang perlu diingat bahwa peningkatan konsumsi terhadap makanan-makanan tersebut bisa meningkatkan kelebihan berat badan,” kata dr. Grace saat sesi talkshow online bertema ‘Corona Away on Fasting Month’ pada Jumat, (24/4) lalu.

Lalu, bagaimana cara mengatur pola makan saat puasa untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan terbebas dari kelebihan berat badan?

1. Perhatikan jumlah kalori yang masuk

Setiap makanan memiliki jumlah kalori yang berbeda-beda. Karena itu, kita perlu memperhatikan jumlah kalori yang masuk, baik itu saat sahur maupun berbuka puasa, agar tidak menyebabkan kelebihan berat badan. Menurut dr. Grace, rata-rata orang Indonesia membutuhkan 1.800 – 2.000 jumlah kalori per hari.

“Tapi, setiap orang memiliki jumlah kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Ada yang 1.800 kalori per hari, atau lebih dari 2.000 kalori per hari. Nah, bila jumlah kalori yang masuk lebih besar dibanding jumlah kalori yang dibutuhkan, maka bisa menyebabkan kelebihan berat badan,” tambahnya.

2. Perbanyak konsumsi sayuran

Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh saat puasa, dr. Grace juga menyarankan kita untuk memperbanyak konsumsi sayuran. Hal ini karena kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

“Apalagi sayuran mengandung jumlah kalori yang kecil, sehingga tidak mudah menyebabkan kenaikan berat badan. Di mana setiap 100 gram sayur, mengandung hanya 25 kalori,” tutur dr. Grace.

3. Banyak mengonsumsi protein

Tak sedikit orang yang jarang memperhatikan pola makan selama puasa. Padahal hal itu sangat penting, karena bisa meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh.

Menurut dr. Grace, selain memperbanyak konsumsi sayuran, kita juga disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein. Protein itu menurutnya bisa didapat dari ayam, ikan, tempe, tahu, hingga telur.

“Protein ini berperan dalam building block, jadi kalau ada sel yang rusak akan diregenerasi dan digantikan. Selain itu, protein juga berperan sebagai bahan baku untuk sel darah putih dalam memerangi virus dan penyakit berbahaya,” kata dr. Grace.

4. Konsumsi empon-empon

Nama empon-empon tengah melambung tinggi, sejak merebaknya pandemi corona. Empon-empon dicari karena dipercaya bisa menjaga kesehatan, terutama meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah terpaparnya virus berbahaya.

Menurut dr. Grace, mengonsumsi empon-empon saat bulan puasa bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Empon-empon sendiri biasanya terdiri dari jahe, kunyit, atau temulawak.

“Jahe mengandung shogaol atau sejenis antioksidan pengikat radikal bebas. Sementara temulawak mengandung curcumin atau antioksidan dan anti-inflamasi pereda radang,” katanya.

5. Batasi gula dan tepung

Saat puasa, makanan yang mengandung gula dan tepung seperti kolak biasanya paling diincar dan difavoritkan. Namun sayangnya, mengonsumsi gula dan tepung secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan kegendutan dan juga obesitas.

“Mengonsumsi gula terlalu banyak dalam waktu sekejap, bisa membuat pankreas (organ yang memproduksi enzim dan hormon terutama insulin) bekerja lebih keras. Selain itu, bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit gula darah, mengonsumsi gula dan tepung yang berlebih bisa menyebabkan kadar insulin naik,” tambahnya.

Menurut dr. Grace, pada akhirnya semua masalah kesehatan itu bisa melemahkan sistem imun tubuh. Karena itulah sebaiknya Anda mulai mencoba mengurangi asupan gula dan tepung saat berpuasa.

(disadur dari kumparan.com/kumparan WOMAN)

Portal Media Entertainment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

LIONTIVI Portal Media Entertainment