Yang Paling Dicintai Justru Paling Sering Menyakiti Kita, Benarkah?

Coba kamu renungkan, apakah kamu pernah merasa sakit hati begitu dalam pada orang yang baru kamu kenal beberapa jam? Dibanding dengan orang yang benar-benar kamu cintai, pernahkah kamu terluka sesering saat kamu bersama orang yang hanya sekedar teman? Pasti gak, kan?

Itulah kenapa lahir teori bahwa seseorang yang paling kamu cintai justru adalah orang yang kemudian paling sering menanamkan luka dalam hatimu.

Lalu, bagaimana sih uraian lebih detailnya tentang hal ini? Berikut penjelasannya.

1. Saking cintanya, seseorang tidak sadar akan hal menyakitkan yang dia lakukan

Saat kita sudah memiliki perasaan cinta yang begitu kuat, kemungkinan untuk mengekang, untuk bertindak semau kita terhadap orang tersebut akan semakin besar. Misal, orang tua yang sudah membesarkan anaknya sejak lahir, pasti merasa memiliki hak dan memiliki pembenaran untuk memperlakukan anaknya sesuka hatinya.

Kira-kira begitulah juga perlakuan kita terhadap orang lain yang kita cintai. Akibat cinta yang seperti ini memang bisa berujung fatal. Makanya, sebelum memperlakukan seseorang sesuai keinginan kita, tanyakan dulu apakah kita akan bahagia jika mendapat perlakuan serupa.

2. Karena merasa sudah cinta, seseorang bisa saja membenarkan apapun tindakan yang dia lakukan

Bagi pencinta, mudah sekali menemukan pembenaran dalam setiap perbuatan yang dia lakukan. “Itu kan untuk kebaikannya sendiri”, ” aku melakukan ini karena sayang, coba kalau gak sayang ya aku gak akan peduli”, dan berbagai ucapan sejenis pasti sering kita dengar. Namun, pernahkah kita berkaca dan bertanya apakah semua yang kita lakukan murni karena kasih sayang dan bukannya keegoisan kita semata?

3. Dari diri kitapun, rasa sakit itu bisa muncul karena pengharapan yang terlalu tinggi

Jika sedari tadi kita bicara soal bagaimana kita menyakiti orang yang kita cintai, poin ketiga ini lebih mengacu pada bagaimana seseorang yang kita cintai menyakiti perasaan kita.

Biasanya, seseorang yang kita cintai, mungkin tidak bermaksud untuk menyakiti kita, hanya saja akibat cinta yang terlalu dalam, muncul pengharapan yang terlalu tinggi. Tingginya harapan pada seseorang memang akan selalu membuat kita berakhir pada rasa kecewa.

Makanya, alangkah lebih baik jika kita tidak pernah berekspektasi terlalu tinggi pada orang lain.

4. Kita menjadi sangat bergantung pada seseorang yang kita cintai

Selain rasa harap, rasa ketergantungan juga menjadi penyebab lain munculnya rasa sedih dan sakit hati. Begitu mencintai seseorang, kita memang memiliki kecenderungan untuk mulai mengandalkan orang tersebut dalam berbagai aspek di kehidupan kita. Hati-hati, ketergantungan seperti ini bisa saja menjadi bumerang yang akan berakhir menyakiti dirimu sendiri.

5. Makanya kita dianjurkan untuk gak berlebihan dalam mencintai

Kesimpulannya, rasa cinta yang terlalu berlebihan hanya akan menjadi sesuatu yang menyerang balik diri kita. Sebisa mungkin, tetaplah menjaga kadar cinta yang kita miliki di dalam batas normal. Karena gak hanya akan menyakiti diri sendiri, orang yang kita cintai pun bisa saja tersakiti akibat cinta kita yang terlalu dalam.

Namun bagaimana pun juga, rasa kecewa dan sakit hati akan selalu datang dan pergi karena memang begitulah siklus kehidupan ini. Kitalah yang harus pandai menghadapi dan menyikapinya. Sudahkah kamu bersiap terhadap hal tersebut?

(disadur dari idntimes.com/Desy Damay)

Leave a Reply

%d bloggers like this: