Asal Usul Sayur Genjer, Makanan Favorit di Era 1930-an

Pernah dengan sayur genjer? Sayuran hijau yang bisa diolah sebagai sayur dan ditumis bersama tauco atau oncom memang nikmat jika disantap dengan nasi hangat. Sejak dahulu, sayur genjer telah menjadi primadona di zaman penjajahan Jepang.

Beberapa orang mungkin masih asing mendengar sayur genjer. Tak heran, karena sayur ini biasa tumbuh di pinggir-pinggir persawahan. Meski terkenal pahit, banyak orang menyukai sayur genjer karena rasanya yang kenyal-kenyal dan terasa nikmat apabila dipadupadankan dengan bumbu.

tanaman genjer yang tumbuh di sekitar persawahan

Sayur genjer memang biasa tumbuh di sekitar perairan dan persawahan. sejak dulu sayur ini biasa dikonsumsi oleh rakyat di pedesaan Jawa dan Sumatera untuk menu makan sehari-hari. Pada masa-masa sulit sekitar tahun 1930-an pernah dianggap sebagai menu penyelamat ketika krisis pangan.

Umumnya orang-orang Sunda yang sangat menyukai sayur genjer, karena biasa dijadikan lalapan. Bisa lalap yang direbus atau ditumis lalu dinikmati dengan nasi, ikan air tawar atau ikan asin lalu dicocol dengan sambal. Sungguh kenikmatan yang hakiki kan jika dibayangkan?

olahan sayur genjer

Sementara itu, menurut Heri Priyatmoko, seorang sejarawan yang juga akademisi Jurusan Sejarah, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sejak dulu sayur genjer telah menjadi makanan keseharian masyarakat akar rumput (masyarakat kelas bawah). Ia menyebut bahwa zaman dahulu, petani desa yang mengandalkan persawahan atau hidup di alam agraris terbiasa memanfaatkan tumbuhan yang dipetik di lingkungan sekitarnya, tanpa harus belanja.

Nggak nyangka kan sayur genjer yang berasal dari area persawahan dan kurang tenar di beberapa kalangan justru menjadi makanan penyelamat di era krisis dan menjadi makanan favorit di desa dengan cita rasa yang tak kalah mewah.

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *