5 Fakta Seputar Respon Ketua KPI Soal Tayangan Glorifikasi Saipul Jamil, Agung Suprio: “Saya prihatin…”

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) buka suara terkait tayangan glorifikasi pembebasan Saipul Jamil dari Lapas Cipinang beberapa waktu lalu. Selain disambut meriah bak seorang pahlawan di momen kebebasan, Saipul Jamil juga langsung wara-wiri di sejumlah acara televisi.

Apa respon Ketua KPI Pusat, Agung Suprio atas hal tersebut? Berikut fakta-faktanya!

Saipul Jamil boleh tampil di TV asal…

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio mengatakan bahwa penyanyi dangdut Saipul Jamil boleh tampil dalam acara televisi asalkan untuk konteks edukasi.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang dalam podcast milik Deddy Corbuzier di YouTube baru-baru ini.

“Dia (Saipul Jamil) bisa tampil untuk kepentingan edukasi. Jadi, misalnya ya, dia hadir sebagai, ya, bahaya predator, itu kan bisa juga ditampilkan,” kata Agung Suprio.

Menurut Agung Suprio, Saipul Jamil belum diizinkan tampil dalam acara yang bertujuan hiburan. Keputusan tersebut dibuat setelah dilakukan rapat internal KPI dengan memperhatikan hak asasi manusia (HAM), etika, dan hukum.

“Kami juga melihat dari berbagai referensi dari luar negeri, memang dibatasi. Bahkan, di suatu negara itu dikasih alat supaya dia tidak melakukan hal seperti itu,” jelasnya.

Ketua KPI mengecam glorifikasi berlebihan Saipul Jamil

Agung Suprio menegaskan bahwa KPI mengecam aksi glorifikasi berlebihan terhadap Saipul Jamil sebagai mantan narapidana pencabulan. Terkait kesempatan tampil di televisi, Saipul Jamil masih diizinkan tampil asalkan berkonteks edukasi.

“Dia tetap boleh tampil, bukan enggak boleh tampil sama sekali, boleh tampil tetapi dalam konteks edukasi,” imbuh Agung Suprio.

Pernyataan Ketua KPI Pusat Agung Suprio tersebut kini jadi perbincangan karena menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

Agung Suprio prihatin, “Norak banget ya…”

Mendengar banyaknya keluhan masyarakat atas kejadian kontroversi tersebut, Ketua KPI Agung Suprio menjelaskan, KPI baru bekerja pasca tayang. Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Langit Entertainment, Rabu (8/9/2021).

Ketika sebuah program tayang, menurut Agung, barulah KPI bergerak. Oleh sebab itu, pihaknya tak tahu-menahu jika ada tayangan glorifikasi kebebasan Saipul Jamil.

Begitu melihat tayangannya di televisi, Agung Suprio merasa prihatin.

“Ya ampun norak banget ya. Keprihatinan gue sama lah sama netizen,” kata Agung.

“Keluar dari penjara diarak seperti pahlawan dengan mobil Porsche merah terbuka,” sambungnya.

Agung Suprio kemudian membandingkannya dengan kebebasan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang tidak mendapatkan sambutan seperti pahlawan. Padahal, Nelson Mandela begitu berjasa bagi bangsa dan negaranya.

“Bahkan kalau gue lihat video pembebasan Nelson Mandela yang mantan Presiden Afrika Selatan itu, nggak sebegini-begini amat,” terangnya.

Komnas PA tegaskan boikot Saipul Jamil

Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyoroti sambutan meriah untuk Saipul Jamil yang baru bebas dari penjara. Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait secara tegas menyerukan untuk memboikot Saipul Jamil tampil di televisi.

Hal itu diketahui dalam video yang diunggah di kanal YouTube KH INFOTAINMENT, Senin (6/9/2021).

Aris Merdeka Sirait menyebut acara yang menghadirkan Saipul Jamil sudah dipastikan tidak mendidik.

“Saya ingin sampaikan dengan tegas, boikot Saipul Jamil dari seluruh tayangan-tayangan televisi! Tidak mendidik, bahkan itu merusak gerakan perlindungan anak, boikot!”

Ketua Komnas PA minta televisi tidak beri Saipul Jamil kesempatan untuk tampil sama sekali

Tak sampai di situ, Aris Merdeka Sirait juga menyayangkan sikap televisi yang menerima Saipul Jamil supaya eksis lagi di dunia hiburan. Ia meminta agar televisi tidak menampilkan mantan suami Dewi Perssik itu di layar kaca.

Bahkan, Aris meminta televisi memboikot Saipul Jamil dari semua tayangan.

“Dan saya minta stasiun stasiun televisi atau production house jangan memberikan kesempatan untuk melakukan itu,” kata Aris Merdeka Sirait.

Seperti yang diketahui, Saipul Jamil harus mendekam di penjara atas dua kasus berbeda yang menjeratnya. Dua kasus tersebut, yakni kasus asusila dan kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

(disadur dari tribunnews.com/Indah Aprilin, jpnn.com/ded)

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *