5 Makanan Ekstrim di Indonesia, Yakin Berani Coba?

Sharing is caring

Indonesia, memiliki ragam budaya, adat dan kebiasan yang berbeda disetiap daerahnya. Begitu pula dengan cita rasa kulinernya yang selalu menggugah selera.

Namun, siapa sangka pada setiap daerah tersebut terdapat beberapa makanan ekstrim yang menjadi ciri khasnya. Mau tahu apa saja makanan tersebut? Yuk simak ringkasannya di bawah ini :

Sabeta

 

Sumber foto : Budaya-Indonesia.org

Kuliner ekstrem ini terbuat dari bahan ulat sagu, kamu bisa menyantap olahan ini di beberapa daerah Maluku dan Papua.

Tentu saja cara penyajian antara dua daerah tersebut berbeda. Sebab jika di Maluku, ulat sagu ini disajikan seperti sate sedangkan di Papua kamu bisa menyantapnya mentah-mentah.

Berani buktikan nyali kamu untuk memakan ulat sagu mentah-mentah? Yuk jelajahi kuliner Papua ini, dan nikmati sensasi menyantap ulat sagu.

Paniki

Sumber foto : i news portal

Kuliner ekstrim ini ada di Minahasa, dimana makanan ini menjadi ciri khasnya. Sebab, paniki merupakan olahan makanan berbahan dasar kelelawar pemakan buah yang dimasak menggunakan santan.

Jenis kelelawar ini memiliki bentuk tubuh yang besar dari kelelawar lain. Oleh sebab itulah, jenis ini lebih banyak dipilih sebagai olahan makanan agar lebih puas.

Cara penyajiannya, kelelawar yang sudah ditangkap ini kemudian akan dibersihkan dari bulunya. Biasanya untuk menghilangkan bulu tersebut, kelelawar ini dibakar terlebih dahulu sehingga mudah membersihkan bulunya.

Setelah tampak bersih dari bulu, barulah dimasak dengan santan dan rempah-rempah pilihan. Menariknya, olahan kelelawar ini tidak hanya bisa kamu dapatkan di Minahasa lho.

Sebab, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku dan Kalimantan pun memiliki olahan masakan berbahan dasar kelelawar. Berani buktikan diri mencoba kuliner ekstrim Indonesia yang kaya protein satu ini?

Lawar merah

Sumber foto : prima Bali catering

Termasuk dalam salah satu makanan dalam budaya Bali, lawar ini adalah sayuran yang disayat tipis dengan dicampur aneka rempah. Namun menariknya, lawar ini dilengkapi parutan kelapa dan suwir daging.

Akan tetapi, berbeda dengan lawar merah. Sebab, lawar merah ini disiram dengan darah. Bisa darah ayam maupun darah babi. Dan biasanya, jenis masakan ini akan selalu ada pada upacara keagamaan Hindu Bali.

Bisa dibayangkan bukan, bagaimana sensasi makanan yang disirami darah ini. Jika penasaran, yuk jelajahi kuliner Bali yang memiliki banyak makanan khas dengan budaya yang menarik.

Botok tawon

Sumber foto : good news from Indonesia

Kamu orang Jawa? Kenal dengan makanan ekstrim botok tawon tidak? Jika tidak, sebaiknya coba rasakan deh. Botok tawon ini merupakan olahan makanan khas Banyuwangi lho.

Sesuai dengan namanya, botok tawon merupakan olahan makanan berbahan dasar tawon dan lebih tepatnya adalah sarang tawon.

Meskipun terbuat dari sarang lebah, nyatanya makanan khas ini selalu diminati. Dan konon katanya, botok tawon mampu meningkatkan vitalitas juga lho

Puthul

Sumber foto : travel kompas

Awal musim penghujan biasanya muncul hama sejenis kumbang yang menempel pada dedaunan. Namun ternyata, untuk masyarakat Gunung Kidul, Yogyakarta hama tanaman ini disulap menjadi olahan makanan yang lezat lho.

Puthul yang telah ditangkap akan dibersihkan terlebih dahulu, terutama bagian sayap yang tampak keras. Setelah bersih, puthul tersebut ditiriskan terlebih dahulu sebelum digoreng 

Penasaran ingin mencoba kuliner ekstrim Gunung Kidul yang berbahan dasar hama tanaman? Jangan khawatir, karena ada warga yang menjual puthul dalam 1.500 ml botol air mineral dengan harga 40.000 rupiah aja lho

5 makanan ekstrim di Indonesia tersebut memang sedikit aneh bagi pendatang atau wisatawan. Akan tetapi berbeda dengan masyarakat sekitar yang menganggapnya lezat, bergizi dan menggugah selera. Jadi, kamu sudah siap coba yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.