Ada Sejak Zaman Romawi, Ternyata Begini Sejarah Tukar Kado Natal

Tukar kado saat merayakan Natal merupakan tradisi yang selalu dilakukan, karena tak lengkap rasanya Natal tanpa tukar kado dengan keluarga dan para sahabat.

Pohon dan lampu Natal juga menjadi salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari Natal. Biasanya, umat Kristiani akan menghiasi rumah mereka dengan ornamen Natal yang dimiliki. Seperti pohon dan lampu natal, aksesoris pintu, dan masih banyak lagi.

Selain dekorasi, tradisi Natal yang tak kalah menyenangkan adalah bertukar kado. Menjelang Natal, umat Kristiani akan sibuk mencari kado untuk diberikan kepada orang-orang terkasih. Seperti keluarga, sahabat dekat, teman, tetangga, hingga kolega kantor.

Kado atau hadiah Natal melambangkan perhatian dan tindakan murah hati terhadap sesama. Dengan memberi kado Natal, kamu bisa membuat orang tersebut merasa bahagia dan berarti.

Di Indonesia sendiri, salah satu tradisi bertukar kado yang terkenal adalah Secret Santa.

Ternyata, tradisi tukar kado sudah ada sejak kerjaan Romawi lho! Kisah para Majus bertemu Yesus yang baru lahir di Betlehem memang jadi awal mula tradisi memberikan hadiah saat natal bermula. Namun, jauh sebelum peristiwa itu tradisi tukar kado sudah ada saat kerajaan Romawi.

Tradisi tukar kado pada orang Romawi dikenal dengan nama Saturnalia. Nama upacara ini diambil dari nama Dewa Saturnus. Orang Romawi ketika itu meyakini bahwa Dewa Saturnus membawa kemakmuran bagi mereka yang tinggal di semenanjung Italia. Dewa Saturnus inilah yang dipercaya mengajari orang Romawi cara bercocok tanam.

Perayaan Saturnalia sedikit banyak membawa pengaruh pada perayaan Natal serta Tahun Baru. Pemberian hadiah dalam perayaan Saturnalia menjadi cikal bakal tradisi tukar kado saat Natal. Terlebih pada masa awal kekristenan di Romawi masih banyak umat kristiani yang memberi hadiah kala perayaan Saturnalia.

Meski tradisi ini sempat meredup pasca ditetapkannya 25 Desember sebagai Natal pada abad keempat, namun tradisi tukar kado masih berlangsung saat tahun baru yang akhrinya kembali membangkitkan tradisi itu hingga kini.

liontivi

Media Berita Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.