Artis FTV Randa Septian Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Sharing is caring

Artis sinetron Muhammad Randa Septian bersama temannya, Arthur Augoest H Aruan, ditangkap di Bali gegara narkoba. Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Denpasar berhasil menyita ganja dan tembakau Gorilla.

“Barang bukti berupa 1 paket plastik ganja berat bersih 0,72 gram dan 2 paket tembakau (Gorilla) berat bersih 1,52 gram,” kata Kanit 1 Satres Narkoba Polresta Denpasar AKP Sutriono dalam keterangan tertulis, Senin (31/1/2022).

Selian paket ganja dan tembakau Gorilla, polisi mengamankan 1 buah bong, 1 buah alat pelinting rokok, 1 bungkus kertas paper, 1 buah korek api, 3 batang pipa kaca, 1 buah kotak seng rokok, dan 1 buah ponsel iPhone beserta SIM card-nya.

Menurut polisi, Arthur mengonsumsi narkotika jenis ganja sejak 2017. Sedangkan tersangka Randa Septian baru sekali mengonsumsi narkotika jenis ganja.

Randa Septian ditangkap polisi berdasarkan hasil penyelidikan dari Satres Narkoba Polresta Denpasar. Dari penyelidikan itu, polisi mengetahui ada transaksi narkoba di seputar Jalan Raya Kuta, Kabupaten Badung.

Kemudian pada Jumat (7/1) sekitar pukul 20.00 Wita, petugas melihat tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan di lokasi tersebut. Petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap keduanya di Hotel Park Regis Kamar 306, yang beralamat di Jalan Raya Kuta Nomor 8, Kabupaten Badung.

Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti di atas meja hotel. Menurut keterangan tersangka, barang bukti tersebut adalah milik keduanya yang dibeli dari seseorang yang biasa dipanggil Abed seharga Rp 300 ribu di daerah Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

“Kedua tersangka ke lokasi mengambil ganja dengan menggunakan Grab, kemudian kedua tersangka balik ke hotel untuk menggunakan ganja dan sisanya ditaruh di atas meja,” jelas Sutriono.

Atas perbuatannya itu, keduanya kini disangkakan dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

liontivi

Media Berita Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *