Baim dan Paula Datangi Polsek dan Minta Maaf, Netizen : Yang Keberapa Kali Bang?, Hingga Berbuntut Ancaman Hukuman Penjara

Sharing is caring

Sebelumnya, aktor Baim Wong dan Paula Verhoeven membuat geger jagat maya, lantaran membuat konten prank KDRT. Bahkan konten tersebut sampai di melibatkan polisi dan membuat laporan.

Dalam konten tersebut, Baim Wong tampak tertawa terbahak seolah berhasil membuat sebuah lelucon. Meskipun memiliki tujuan untuk mengedukasi, nyatanya banyak pihak yang mengecewakan hal tersebut.

Konten yang sebelumnya diunggah pada beberapa hari yang lalu, kini sudah di takedown. Akan tetapi, masih menyisakan kekecewaan bagi semua pihak, baik netizen maupun rekan artis.

Oleh sebab itu Baim dan Paula pergi menuju Polsek untuk meminta maaf atas video prank yang pernah terjadi.

“maafkan saya dan keluarga, semoga kedepannya menjadi lebih baik, terimakasih teguran dan pembelajarannya,” tulis Baim melengkapi unggahan video permintaan maafnya ketika di Polsek.

Tidak hanya Baim, Paula pun turut mengunggah video tersebut menggunakan caption yang sama dengan Baim.

Meskipun Baim dan Paula sudah meminta maaf, faktanya netizen masih kecewa. Lantaran Baim sebelumnya telah membuat konten yang mengundang kontra netizen hingga menjulukinya memanfaatkan kelemahan orang lain demi cuan.

Selain itu, Baim Wong terancam 1 tahun 4 bulan penjara imbas konten prank yang dibuatnya. Hingga sahabat polisi pun melaporkan ayah dua anak ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Melaporkan dan mensomasikan Baim Wong terhadap video prank yang dilakukan Baim Wong,” ucap Prabowo Febrianto dikutip dari InsertLive.com.

Prabowo pun menjelaskan bahwa Baim bisa saja terjerat hukum pidana karena telah melakukan prank KDRT.

“Dan kita menentukan Baim Wong bisa terkena pasal 220 kuhp, pasal 14 ayat 1 UU no 1 tahun 1946 tentang hukum pidana,” sambungnya.

Direktur Utama Sosial Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanza Bella pun mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan Baim Wong merupakan tindakan pembodohan publik.

“Kita sahabat Polisi Indonesia kami melaporkan, karena di sini terjadi prank atau pembodohan masyarakat. Kami bertindak untuk memperbaiki nama baik Polisi,” jelas Tengku Zanza Bella.

Atas laporan ini, Eko Supahwano sebagai Ketua Bidang Hukum Sahabat Polisi Indonesia menerangkan bahwa Baim Wong dan Paula dilaporkan dengan pasal 220 KUHP. Dimana ada ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

“Pasal 220 karena beliau itu melaporkan tentang sebuah peristiwa KDRT yang ternyata tidak ada. Ini proses pembelajaran, sebagai masyarakat jangan main-main dengan masalah hukum apalagi di kantor polisi yang dibentuk oleh UU negara,” tegas Eko Supahwano.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.