Bukan Hanya Indonesia, Suriname Juga Kehilangan Sosok Legendaris Didi Kempot

Kabar Didi Kempot meninggal turut diberitakan media asing, mulai dari media internasional di Inggris hingga media lokal di Suriname.

Dari media internasional, BBC melalui Twitter-nya mengabarkan Didi Kempot meninggal dunia. Tweet itu diunggah kemarin malam pukul 19.10 WIB.

Namun BBC sempat melakukan kesalahan dalam pemberitaan ini. Dalam tweet pertamanya kematian Didi Kempot dihubungkan dengan virus corona.

Media ternama asal Inggris itu kemudian menghapus tweet pertama dan mengunggah tweet baru yang ditulis, “Penyanyi campursari Didi Kempot telah meninggal, penyebab kematiannya belum diketahui.”

Hingga berita ini diunggah belum ada berita di BBC, baru kicauan di Twitter saja.

Sementara itu di Suriname, di mana penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo ini sangat populer di sana, kabar kematiannya juga diberitakan media online.

dwtonline.com menuliskan judul berita “Didi Kempot meninggal karena serangan jantung”.

dwtonline mendasarkan pemberitaannya dari kanal YouTube Kompas TV, dan mengutip pernyataan eks penyiar senior kenamaan di Suriname, Jurmic Partodongso.

http://www.dwtonline.com/laatste-nieuws/2020/05/05/didi-kempot-overlijdt-na-hartaanval/

“Dia telah berkontribusi dalam melestarikan bahasa Jawa melalui lagu-lagunya. Saya pikir tidak ada orang Suriname yang tidak mengenalnya,” kata Jurmic Partodongso.

Didi Kempot diketahui kerap menggelar konser di Suriname, negara yang terletak di Amerika Selatan.

Oleh karenanya, lagu-lagu Didi Kempot sangat terkenal di Suriname, seperti Angen ParamariboLayang Kangen, dan Ali-ali.

dwtonline juga memberitakan, dua bulan lalu Didi Kempot manggung bareng Stanlee Rabidin, penyanyi Suriname yang sangat mencintai budaya Jawa. Mereka berduet di Purwokerto dan menyanyikan lagu Pamer Bojo.

Media Suriname lainnya yang memberitakan Didi Kempot meninggal dunia adalah culturu.com.

Di judul beritanya, media tersebut menuliskan “Penyanyi terkenal Didi Kempot meninggal dunia”, dengan menampilkan foto Didi Kempot sedang konser.

Culturu menyertakan kronologi meninggalnya Didi Kempot, yang tidak sadarkan diri saat dilarikan ke rumah sakit hingga mengembuskan napas terakhirnya di RS Kasih Ibu, Jawa Tengah.

Media tersebut juga mencantumkan julukan Didi Kempot yakni The Godfather of Broken Hearts, karena lagu-lagunya yang bertema kesedihan, percintaan, dan patah hati.

Menutup pemberitaan, Culturu menuliskan konser terakhir Didi Kempot di Suriname adalah Oktober 2018 yang bertajuk Layang Kangen Tour.

“Saat konser, Kempot menerima penghargaan dari Presiden Desi Bouterse atas kecintaannya kepada Suriname.”

“Kempot telah menggelar 10 konser selama 20 tahun terakhir di Suriname, yang semua tiketnya habis terjual,” demikian yang ditulis Culturu.

(disadur dari kompas.com/Aditya Jaya Iswara)

liontivi

Media Berita Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.