Dikenal Sebagai Sosok yang Low Profile, Glenn Fredly Jarang Keluhkan Sakitnya pada Keluarga

Penyanyi yang selalu berjuang untuk industri musik Tanah Air agar lebih baik lagi, Glenn Fredly, baru saja meninggal dunia di RS Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 8 April 2020. Pria berusia 44 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya karena komplikasi meningitis atau radang selaput otak.

Semasa hidupnya, Glenn diakui jarang sekali menyampaikan penyakitnya kepada keluarga, bahkan sampai hari terakhirnya.

“Memang Bung (sapaan Glenn Fredly) itu orangnya enggak mau bilang kalau sakit ya. Tapi terakhir memang kita udah sama-sama berdoa. Semua kita berserah. Begitu cepat aja semua,” kata Upi, adik perempuan Glenn di Rumah Duka Heaven Dharmais, Slipi, Jakarta Barat, Kamis dini hari, 9 April 2020.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa kondisi Glenn baru beberapa hari belakangan semakin menurun. Saat merayakan ulang tahun sang istri, Mutia Ayu pun, kondisi Glenn masih baik-baik saja.

“Baru belakangan ini aja dan drop-nya minggu terakhir ini. Memang sempat ke luar dan sehat. Bahkan kemarin waktu ulang tahun Ayu dia sempat sama-sama dan semuanya fine,” ucapnya.

Pihak keluarga sendiri menganggap produser film Filosofi Kopi itu sebagai sosok pria yang rendah hati dan selalu mengingatkan keluarga untuk tetap bersatu.

“Dia orang yang sederhana banget, low profile dan dia enggak mau orang lain tahu kalau dia kayak kemarin, sakit. Tapi dia banyak pesan sama kita di hari terakhir. Dia bilang ‘Family stick together’, dan dia benar-benar orang yang low profile,” ujarnya.

View this post on Instagram

Ingin bagi sedikit cerita tentang video ini.. Video dokumentasi ini dibuat oleh @debastjatin dan dokumentasi 📷 oleh @crist.tarigan, ini diambil Tgl 29 Feb 2020 lalu, dimana ini adalah jadwal panggung festival terakhir saya & @thebakuucakar di Bekasi.. Sehari sebelumnya tgl 28 Feb 2020 Gewa putri kami lahir, yang harusnya menurut rencana perkiraan dokter dan kami orang tua di awal Maret diatas tgl 4…Semua sudah rapih kami siapkan rencana untuk kelahiran Gewa… Namun semua rencana yang kami anggap sudah rapih itu tiba-tiba berubah dengan begitu cepat.. Peristiwa Ini jadi momen sureal untuk bisa saya jelaskan.. Karena setelah Gewa lahir tgl 28 Feb 2020 malam, kemudian tgl 29 Feb 2020 jadi jadwal panggung terakhir saya & @thebakuucakar, setelah itu keadaan berubah begitu cepat ditengah bangsa kita setelah memasuki hari pertama di bulan Maret .. Yang ingin saya katakan adalah Manusia bisa berencana serapih mungkin namun Tuhan Pengusa Semesta yang menentukan jalanNYA, saya percaya tidak ada kata kebetulan dibawah kaki langit ini…Itu sebabnya hujan yang turun dengan derasnya di malam itu saya rayakan sebagai penyertaan tangan Kasih Tuhan penguasa Semesta dan hujan itu sebagai penanda bahwa KasihNYA Nyata tidak pernah berkesudahan… Saya bukan seorang yang religius namun malam itu saya yakin teman-teman yang hadir bisa merasakan peristiwa spiritual itu terjadi sebagai bentuk Kasih SayangNYA yang tidak kenal batas.. Tetap semangat teman-teman semua, solidaritas bersama buat kita kuat.. Sepenuh Cinta dari lagu ini untuk kalian semua dimanapun kalian berada, jangan pernah putus harapan.. 🇲🇨❤️#berangkatdarisebuahlagu cc @bumientertainment

A post shared by Glenn Fredly (@glennfredly309) on

Saat ini jenazah Glenn Fredly berada di Gereja Sumber Kasih. Siang nanti, pihak keluarga akan mengadakan ibadah pelepasan terlebih dahulu, baru kemudian jenazah dibawa ke TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan.

Instagram Glenn Fredly

(disadur dari viva.co.id/Tasya Paramitha, Wahyu Firmansyah)

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *