Dua Minggu Setelah Kejadian Tsunami yang Melibatkan Grup Band Seventeen, Seperti Apa Cerita Cynthia dan Riedhan, Kembaran Ifan Seventeen yang Selamat dari Musibah Tersebut?

Pada 22 Desember lalu, berita duka datang dari band Seventeen yang terkena tsunami saat sedang mengisi acara gathering di Pantai Selat Sunda. Kejadiannya pukul 21.30 saat Seventeen membawakan lagu kedua, air pasang langsung menyapu bersih panggung dan menyeret orang-orang yang berada di lokasi tersebut. Akibatnya, 3 personil Seventeen yakni Bani (bassist), Herman Sikumbang (gitaris) dan Andi Windu Darmawan (drum) meninggal dunia akibat bencana alam tersebut. Selain itu, Oki Wijaya selaku Road Manager Seventeen dan istri dari Ifan, vokalis Seventeen, Dylan Sahara pun turut meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Pada saat kejadian, kembaran Ifan yaitu Riedhan beserta Istri dan anaknya pun juga ikut terseret tsunami namun berhasil selamat. Bahkan 15 menit sebelum terjadi tsunami, Riedhan sempat membayangkan jika terjadi tsunami, Ia sudah siap untuk menggendong sang anak dan memegang Istrinya lalu menyelamatkan diri ke tempat aman. Namun lamunan itu berhenti saat sang istri, Cynthia menepuk pundaknya, dan tak lama setelah lamunan itu, terjadilah musibah tsunami tersebut. Kejadian begitu cepat, di mana Riedhan menyadari jika dirinya sudah berada di dalam air sambil memegang anaknya. Riedhan bisa menyelamatkan diri karena ia melawan arus untuk mengambil nafas.

Sementara itu, Juliana Moechtar, istri dari alm. Herman Sikumbang mengaku setelah kejadian tsunami ia masih bermimpi jika sang suami belum pulang karena sedang konser.

Benarkah Juliana masih belum siap ketika mendengar lagu “Kemarin” banyak diputar di mana-mana? Seperti apa pengalaman Cynthia yang selamat dari kejadian tersebut? Benarkah saat itu ia dan Dylan sempat lari bersama? Apa yang membuat mereka terpisah?

Saksikan kisah selengkapnya hanya di Rumpi No Secret.

Leave a Reply

%d bloggers like this: