Fakta tentang Atlet Voli Aprilia Manganang : dari Jualan Kopra Hingga Impian yang Belum Tercapai

Aprilia Santini Manganang adalah salah satu pemain voli timnas putri Indonesia yang berlaga dalam Asian Games 2018. Cewek tomboy ini mencuri perhatian dengan pukulan smash yang tajam dan juga bertenaganya.

Namun siapa sangka, adik dari pemain voli nasional Amasya Manganang ini memiliki perjalanan hidup yang cukup berat. Di daerah asalnya yakni Sanger (Sulawesi Utara), Aprillia sedari kecil sudah harus mencari kayu bakar, memanjat pohon, berjualan pisang goreng dan kopra.

“ Saya datang dari keluarga kurang mampu. Mama hanya seorang pembantu rumah tangga, papa kerja dengan gaji 300-400 ribu perbulan. Mereka mengajarkan kami mandiri, kerjaan cowok dan cewek harus bisa,” demikian penuturan Aprillia.

Saking susahnya, Aprilia mengaku saat kecil sering tak diundang jika ada teman sekelasnya berulangtahun. Ia dikhawatirkan datang dengan tak membawa kado.

Wanita yang sejak 2 tahun lalu bergabung dalam Kowad TNI AD ini memulai karirnya dengan menjadi pemain basket saat duduk bangku SMA.

Tahun 2005, Aprillia menjajal kemampuan sebagai seorang sprinter.

“ Saya ingin membahagiakan orangtua, jadi mencari olahaga yang menghasilkan,” kata Aprillia.

Melihat keberhasilan sang kakak yang lebih dulu terjun di voli, Aprilia akhirnya memutuskan banting setir dengan menekuni olahraga yang sama.

Jika di awal karir volinya Aprilia sempat dibayar dengan mi instan dan telur, kini ia telah mampu membeli rumah, mobil dan kebun.

“Sekarang, begitu pulang, teman-teman kecil jadi sering ke rumah untuk minta foto. Dulu, jarang…” ungkapnya sambil tertawa.

Selain ingin bertanding voli di luar negeri, Aprilia memilki ada satu keinginan yang masih belum tercapai.

“ Ingin membahagiakan orang tua dengan mengajak jalan-jalan ke luar negeri, terutama ke Yerusalem,” pungkasnya sambil tersenyum.

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *