Gaya Bahasa ‘Jaksel’ bisa Tingkatkan Prestasi Akademik Siswa Jika Dilihat dari Penelitian

Keterampilan multibahasa yang memungkinkan orang beralih dari satu bahasa ke bahasa lain atau mencampur berbagai bahasa kerap kali dianggap sebagai masalah daripada sebagai kelebihan.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para penutur multibahasa sering diberi label dengan istilah-istilah yang merendahkan seperti pengguna “bahasa gado-gado” untuk orang Indonesia yang ‘mencampuradukkan’ bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam suatu percakapan.

Penggunaan bahasa campur-campur di Indonesia juga dikenal dengan istilah ‘bahasa gaul’ dan ‘bahasa Jaksel (Jakarta Selatan)’.

Penelitian menunjukkan bahwa praktik multibahasa tidak memiliki efek buruk pada prestasi akademik siswa.

Bahkan, penggunaan pendekatan multibahasa di ruang kelas telah terbukti penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa dan bahkan menutup kesenjangan prestasi antara siswa yang tinggal di kota dan di desa.

Penelitian juga telah menunjukan bahwa kemajuan akademik siswa multibahasa, khususnya dalam kemampuan membaca dan matematika, dua sampai tiga kali lipat lebih besar daripada teman-teman mereka yang hanya menggunakan satu bahasa.

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *