Hilang di Laut Lepas Selama 49 hari, Sampai Darat Gaji Pemuda Ini Malah Disunat. Kok Gitu?

Aldi Novel Aldilang (18 tahun) sebelumnya berprofesi sebagai penjaga rompong, yakni rumah kecil berdinding bilik di atas lautan. Aldi dikontrak selama 1 tahun untuk berada di lautan lepas dan bertugas menghidupkan lampu.

“Tujuannya agar ikan-ikan yang tertarik dengan cahaya lampu berkumpul di dekat kapal sehingga bisa dijaring,” ujar Aldi mendeskripsikan pekerjaannya.

14 Juli 2018, tali rakit yang terhubung ke jangkar di dasar laut putus. Akibat hembusan angin yang sangat kencang Aldi terbawa hingga sampai ke perairan Guam.

Di atas rompong, Aldi dibekali keperluan ransum berupa beras, bumbu, sayur, air bersih, tabung gas kecil, yang kesemuanya habis di pekan pertama dirinya hanyut.

31 Agustus 2018, Aldi berhasil diselamatkan oleh ABK sebuah kapal berbendera Panama yang sedang menuju Tokuyama, Jepang.

Setelah menjalani perawatan dan penyelesaian administrasif, 9 September 2018 Aldi dipulangkan ke tanah air dan kembali berkumpul bersama sanak saudarnya.

Nahasnya, meski telah menyabung nyawa selama 49 hari terombang ambing di atas laut lepas, gaji Aldi sebesar Rp2.000.000 per bulan tak diberikan secara utuh.

“Cuma dibayar Rp1.300.000,” ujar Aldi pendek. Namun sepertinya pemuda tak tamat SMP ini tak terlalu ambil pusing dengan hal tersebut. Dirinya akhirnya memutuskan berhenti dari pekerjaannya dengan alasan trauma.

Leave a Reply

%d bloggers like this: