Kisruh Perihal Siapa yang Mengunggah Video ‘Ikan Asin’ ke YouTube, Salah Bos atau Editor?

Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan konten asusila ‘Ikan Asin’ yang menjerat Pablo Benua, Rey Utami dan Galih Ginanjar kembali digelar, Senin (10/2) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang tersebut dihadirkan sembilan orang saksi; antara lain saksi dari pihak kepolisian, sopir dan editor Pablo Benua, hingga Barbie Kumalasari.

Salah satu saksi bernama Derry Allen yang sempat menjadi editor untuk Pablo Benua dan Rey Utami memberikan keterangannya. Derry mengaku bertugas mengedit konten video Youtube Pablo Benua dan Rey Utami.

Selama bekerja kurang lebih empat bulan, Derry tinggal di tempat Pablo di kawasan Sentul, Bogor. Tempat tersebut juga dijadikan sebagai kantor untuk syuting video. Sehingga Derry mendapatkan fasilitas seperti laptop, komputer hingga kamera.

“Video itu (Ikan Asin) dibuat di ruang buat syuting. Saya diperintahkan, disuruh sama Pablo dan Rey untuk mengedit,” ucap Derry memberikan kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

Menurut Derry, urusan judul dan konten yang akan dibuat semua berdasarkan ide dari Pablo Benua dan Rey Utami. Namun, saat video tersebut diunggah ke Youtube, dirinya mengaku tidak tahu siapa yang melakukannya.

“Kalau saya kan tugasnya ngedit, nyambung-nyambungin (video),” katanya.

Selain mengaku tidak tahu sosok yang mengunggah video ‘Ikan Asin’, Derry juga mengaku tidak memiliki akses untuk mengunggah ke YouTube.

Setelah video tersebut viral di media sosial, dirinya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan.

“Enggak tahu (siapa yang mengupload), video itu ada dulu di YouTube, baru saya keluar dari pekerjaan,” ujarnya.

Akan tetapi, kesaksian yang disampaikan Derry dibantah langsung oleh Pablo Benua. Menurutnya, justru Derry yang meng-upload video ‘Ikan Asin’ tersebut ke Youtube.

“Sebenarnya, yang meng-upload video GALIH GINANJAR CERITA MASA LALU, adalah saudara Derry sendiri menggunakan komputer tersebut, karena komputer tersebut juga log in dengan akun Youtube Rey Utami dari rumah dan Rey Utami dan saya tidak pernah menyentuh komputer tersebut selama Derry bekerja dengan saya,” kata Pablo Benua.

Hal serupa dikatakan Rey Utami. Ia mengaku bahwa permintaannya untuk merevisi video tersebut tidak digubris oleh Derry.

“Derry meng-upload video tersebut tanpa izin saya atau Pablo. Karena dari awal dia sempat menunjukkan video tersebut, kami meminta revisi dan revisiannya belum diberikan kepada kami, dan habis itu abis lebaran, dia malas untuk edit, untuk revisi. Akhirnya di upload dan banyak video yang belum di-edit,” terang Rey Utami.

Namun, sanggahan yang disampaikan oleh mantan bosnya itu dibantah oleh Derry. Ia tetap berada pada kesaksiannya.

“Masih tetap saya. Prosedur saya bekerja, secara teknis diserahkan ke Pablo,” pungkas Derry.

(disadur dari kumparan.com/Aria Pradana)

liontivi

Media Berita Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.