Kronologi Peralihan Aset yang Dilakukan ART Nirina Zubir Senilai Rp17 Miliar

Kabar tak sedap datang dari nirina zubir, aktris berusia 41 tahun ini, kehilangan aset keluarga senilai 17 milliar rupiah yang raib oleh asisten rumah tangga almarhumah ibundanya.

Kejadian tersebut berawal pada tahun 2017, saat ibunda nirina mengira surat tanahnya hilang, hingga sang asisten rumah tangga yang sudah bekerja sejak tahun 2009 menawarkan bantuan untuk dibuatkan suratnya, sebab ia mempunyai kenalan yang bisa membantu dalam mengurus dokumen tersebut.

Namun naas, alih-alih diurus, surat tersebut disalahgunakan dengan mengubah nama kepemilikan. Total sebanyak enam aset tanah dan bangunan atas nama ibundanya, cut indria marzuki, yang telah dilakukan perpindahan nama.

Dengan rincian, dua sertifikat tanah dan empat sertifikat tanah dan bangunan dengan total nilai diperkirakan mencapai rp17 miliar.

Dari keseluruhan aset tersebut, nirina mengatakan bahwa dua sertifikat tanah milik ibundanya telah dijual kepada pihak ketiga, sedangkan empat aset bangunan tersebut telah digadaikan mantan art-nya ke bank.

Uang tersebut diduga digunakan mantan artnya untuk mengelola bisnis, membeli mobil dan jalan-jalan ke luar negeri. Kasus ini baru mencuat, setelah kepergian ibunda nirina pada november 2019 lalu, dimana saat itu ibundanya mempunyai wasiat, namun tidak ada kabar dari notaris, bahkan sang notaris hanya memberikan karangan bunga dan mengaku sedang di luar kota.

Atas kasus tersebut, hari ini, kamis 18 november 2021, polda metro jaya menggelar jumpa pers kasus perampasan aset rp 17 miliar milik keluarga nirina zubir.

Dalam jumpa pers ini polda metro jaya menghadirkan para tersangka, yakni riri khasmita, endrianto, dan faridah.

Polisi menetapkan riri khasmita, asisten rumah tangga (art) nirina zubir, sebagai tersangka kasus mafia tanah senilai rp 17 miliar.

Riri khasmita dan kawan kawan  dijerat pasal penggelapan, pemalsuan dokumen, hingga pencucian uang. Selain riri dan suaminya, endrianto, terdapat 3 notaris, yakni faridah, ina rosaina, dan erwin rduan, ditetapkan sebagai tersangka di kasus tersebut.

Riri, endrianto, dan faridah sudah ditahan polisi, sementara dua notaris lainnya masih dalam pemanggilan polisi. Hal ini bisa terjadi karena, sebelumnya pada tahun 2017.

Sebelumnya, nirina juga sempat memposting foto mendiang ibunya diinstagram dan menuliskan caption akan terus berjuang dengan kasus tersebut. Selain itu, yang membuat nirina marah ialah, ibunya sudah susah payah namun belum sempat menikmati hasil jerih payahnya tersebut.

Saksikan selengkapnya di BEST LIONTIVI, Berita Selebritis Terkini!

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *