Melanie Subono Ingatkan Artis yang Pamer Peduli Kasus Bullying

Penyanyi dan aktivis sosial, Melaniee Subono mengkritik selebritas yang memanfaatkan kasus Au, 14 tahun, siswi SMP yang menjadi korban penganiayaan 12 remaja, untuk menunjukkan kepedulian dan mengunggahnya di media sosial.

“Karena gue gak mau AU jadi tontonan tetangga, bahan video call artis dengan akun dibuka, bahan konten artis geledek yang lagi on the way ke sana,” kata Melaniee Subono dalam keterangannya pada tiga video yang dia unggah di akun Instagramnya, Rabu, 10 April 2019.

Postingan Melanie Subono

Au, 14 tahun, gadis SMP yang menjadi korban pengeroyokan 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat pada Jumat, 29 Maret 2019. Ia dipukul, ditendang, dan kepalanya dibenturkan di aspal. Alasan pengeroyokan itu hanya didasari persoalan asmara dan buntut dari saling berbalas pantun di media sosial. Itupun bukan antara pelaku dan korban lantaran Au tidak mengenal mereka. Para pelaku ini sesungguhnya menyasar kakak sepupu Au yang merupakan bekas pacar salah satu dari mereka.

Kasus ini menjadi terbuka setelah orang tua Au melaporkannya ke polisi. Seorang netizen menyuarakan kampanye #JusticeForAudrey di Twitter dan menjadi trending topic nomor satu di Indonesia.

Aksi kampanye ini juga menarik perhatian Ifan Seventeen. Ia menengok Au di rumah sakit dan mengunggah video-video itu di media sosialnya. Wajah Au tidak diblur dengan alasan atas permintaan Au. Sebelumnya, penyanyi dan mantan Youtuber, Reza Arap juga melakukan video call dengan Au yang diunggahnya di media sosial.

Setelah Ifan Seventeen datang menengok, giliran youtuber Atta Halilintar. Ia mengunggah foto saat mencium kening Au di akun Instagramnya. Bahkan, foto saat ia dikerubuti penggemar pun dipamerkannya di media sosial.

Aksi para selebritas inilah yang dikritik Melaniee Subono. Menurut dia, aksi ini tak selamanya berdampak baik bagi korban. Melaniee beralasan, selama ini, dia sudah terlalu sering melihat korban yang akhirnya bertransformasi menjadi pelaku saat kasusnya terus dibesar-besarkan.

“Tidak posting poster yang sama bukan berarti tidak mengawal kasus. Pernah dibayangkan rasanya jadi Au yang jadi tontonan sekarang ini?” katanya.

Dalam video itu, Melaniee Subono menjelaskan, pelaku dan korban sama-sama di bawah umur. Yang seharusnya dilakukan orang tua pelaku adalah, mengambil ponsel anak-anak mereka, anak itu mendapat sanksi dari sekolah, mereka harus membina pelaku di dalam rumah, memberikan konseling dan mengganti biaya pengobatan medis dan psikologis korban sembari proses hukum berjalan.

“Tidak ada gunanya kita berusaha menghibur, atau video call, atau apapun, tapi kita terus menyebutkan namanya, akun Instagramnya. Kita hidup di negara yang sangat kepo, mereka akan cari tahu, kalau pergi di depan rumah Au dan memvideokan seperti apa Au. Bayangkan seperti apa rasanya jadi Au?” kata Melaniee Subono.

Instagram Melaniee Subono

(disadur dari tempo.co)

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *