Mulai dari Penghargaan Dunia sampai Negeri di Atas Awan, Inilah 5 Desa Tradisional Paling Indah di Indonesia!

Hiruk pikuk kota memang sangat melelahkan. Kualitas udara yang buruk, kemacetan, dan kepadatan penduduk jadi suatu kondisi yang membuat kita mudah penat. Hal itulah yang membuat banyak orang butuh nuansa menyegarkan ala pedesaan.

Di Indonesia, banyak wisata desa yang sangat indah nan asri. Dijamin bakal membuat pikiranmu lebih tenang. Hmm, kira-kira ada di mana saja ya?

1. Desa Sade (Lombok)

Desa Sade merupakan salah satu desa tradisional suku Sasak di kabupaten Lombok Tengah. Desa seluas 5,5 hektare ini memiliki konstruksi bangunan yang sangat sederhana.

Lantainya terbuat dari tanah liat, dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu, serta atap yang terbuat dari alang-alang kering. Bangunan tersebut ditopang kayu yang kuat.

2. Desa Kete Kesu (Toraja Utara)

Kete Kesu merupakan desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisionalnya. Desa ini ditetapkan sebagai cagar budaya karena menjadi salah satu desa penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukisan yang sudah diakui dunia. Kamu bisa menikmati berbagai upacara dan perayaan adat pada Juni sampai Desember.

3. Desa Suku Baduy (Banten)

Suku Baduy terdiri dari kelompok masyarakat adat Sunda yang berada di Kabupaten Lebak, Banten. Desa suku Baduy terletak di desa Cibeo kabupaten Lebak, sekitar 40km dari Rangkasbitung.

Kamu akan merasakan nuansa tradisonal yang tidak terkontaminasi perkembangan zaman. Cocok bagi yang ingin merasakan wisata alam dan budaya suku pedalaman yang autentik.

4. Desa Argosari (Kabupaten Lumajang)

Desa Argosari merupakan pintu masuk sebelum mendaki ke puncak B29 dan B30, tempat wisata terbaik untuk melihat keindahan Gunung Bromo, selain di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Lokasinya berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Desa ini juga dikenal sebagai Negeri di Atas Awan.

5. Desa Wae Rebo (Flores)

Wae Rebo merupakan desa tradisional di Flores yang terletak 1.200 meter di atas permukaan laut. Hanya terdapat tujuh rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang.

Wae Rebo sukses menerima penghargaan dari UNESCO sebagai Top Award of Excellence pada 2012. Sejauh mata memandang, kamu akan menikmati hamparan pemandangan hijau yang memukau.

(disadur dari idntimes.com)

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *