Pemilik Ada Tour Ditetapkan Jadi Tersangka, Lyra Virna Masih Buka Opsi Damai

Setelah bolak balik mangkir dari panggilan pihak yang berwajib, pemilik ADA Tour, Lasty Annisa 27 Maret 2018 lalu akhirnya dijemput paksa. Lasty sendiri sejak 19 Februari 2018 telah ditetapkn sebagai tersangka, meski menyangkal menerima panggilan dari polisi.

Menurut kuasa hukum Lyra Virna, Razman Nasution, Lasty menjalani pemeriksaan sampai pukul 3 dinihari, dan dilepaskan dengan jaminan suami bahwa Lasty tak akan melarikan diri atau melakukan perbuatan serupa. Lasty pun menjalani wajib lapor setip hari Senin dan Kamis.

Saat ini, Lasty dipastikan sudah berstatus tersangka. Selain menjalani wajib lapor, paspornya pun telah disita pihak penyidik.

“Patut diduga Lasty kini tahanan kota,” ungkap Razman. “Polisi akan mengatur para korban untuk bisa bertemu langsung Lasty Annisa..”

“Ini masalah yang dia (Lasty) buat sendiri, sejak awal kami ingin diklarifikasi secara kekeluargaan, namun Lasty yang membawanya ke ranah hukum…”ujar Fadlan, suami Lyra Virna.

Sebelumnya Lyra Virna sempat dijadikan tersangka atas kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Lasty.

Menurut Razman, ada banyak kejanggalan dan pelanggran dalm penetapan kaua tersangka terhadap kliennya.

Lyra hadir saat dikonfrontir penyidik, namun justru Lasty yang tak hadir. Ketika minta konfrontir ulang, tidak dipenuhi Lasty, namun tiba-tiba Lyra dijadikan tersangka. Razman menyimpulkan dari upaya konfrontir, belum menemukan unsur yang kuat dari keterangan kedua bela pihak atau kontraproduktif. Akhirnya status Lyra diklarifikasi, bukan lagi sebagai tersangka.

Lyra sendiri dalm tayangan Rumpi (28/03) mengaku masih melihat ke arah perdamaian.

Perseteruan antara Lasty Annisa, Lyra Virna dan Kalina Octaranny mencuat sejak April 2017 lalu, dan hingga kini belum menemukan titik terang untuk mengakhirinya.

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *