Pilu! Teddy Pardiyana Kini Jadi Tersangka karena Jual Mobil Tanpa Izin Rizky Febian dengan Dalih Bayar Utang Lina

Sharing is caring

Sempat berseteru karena harta warisan mendiang Lina, ibu dari Rizky Febian, Teddy Pardiyana kini menyandang status tersangka. Pasalnya, Rizky Febian atau yang akrab disapa Iky melaporkan dugaan penggelapan dana.

Dalam laporan tersebut Iky melaporkan Teddy karena menjual aset milik ibunya tanpa izin terlebih dahulu padanya. Bahkan Iky melaporkan 3 aset ibunya yang diduga dikuasai oleh Teddy ke Polda Jabar.

Aset tersebut diantaranya yaitu uang 5,4 miliar yang ada dalam rekening a.n Lina Jubaedah, mobil Innova, uang Rp dan kos-kosan dengan 32 pintu. Atas laporan Iky tersebut, Teddy kini menyandang status tersangka.

Kabarnya Teddy menjual mobil yang dilaporkan oleh penyanyi ini senilai 120 juta. Namun, Teddy memiliki dalih bahwa mobil tersebut dijual hanya untuk melunasi utang mendiang.

Menurut pengacaranya, Teddy mengaku dirinya mengetahui bahwa mobil tersebut milik almarhum, jadi berpikir tidak masalah jika menjualnya untuk melunasi hutang lina.

“Sepengetahuan Pak Teddy, Kijang Innova itu atas nama almarhum jadi dijual untuk membayar hutang almarhum. Dulu itu ia punya utang Rp 115 juta dan penjualan mobil Rp 120 juta,” terang pengacara Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati dikutip dari Banjarmasin post.

Wati Trisnawati pun menerangkan bahwa BAP hanya berfokus pada penggelapan Kijang Innova milik Rizky Febian saja. Sedangkan untuk dua aset lain yang dilaporkan, Wati mengatakan belum ada bukti.

“Saat BAP itu fokusnya hanya penggelapan Kijang Innova. (Untuk) Rp 5 Miliar dan kos-kosan tidak ada buktinya,” lanjut Wati menjelaskan.

“Di bulan Februari dan Maret 2021 diajukan laporan di Polda Jabar atas 3 objek, kos-kosan, uang 5 miliar dan kijang Innova,” tambahnya. 

Pengacara Iky, Bahyuni Zaili mengatakan bahwa mobil tersebut merupakan milik kliennya yang dipinjamkan kepada sang ibu. Akan tetapi, nyatanya malah dijual oleh Teddy.

Tidak pernah ada pembahasan mengenai hutan sejak meninggalnya Lina Jubaedah. Melainkan hanya ada pembahasan tentan piutang senilai 2 miliar saja dan itu pun sudah diserahkan kepada Putri Delina.  

Sejumlah data yang memiliki hutang kepada almarhum sudah dipegang oleh Putri. Namun, kebanyakan dari data tersebut adalah karyawan Lina.

“Itu karyawannya almarhumah di Tambun yang punya utang ke Bunda Lina. Kalau Bunda Lina, alhamdulillah nggak punya utang,” jelas Teddy Pardiyana kepada detikcom melalui pesan singkat sekitar Januari 2020.

Namun hutang tersebut telah dicicil ke pihak Lina Jubaedah sebesar Rp 300 juta dan kini tersisa Rp 1,7 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.