Sifilis Atau Raja Singa Bisa Menimbulkan kematian, Cek Disini Bahaya dan Cara Mengobatinya

Sharing is caring

Sifilis merupakan keluhan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sifilis yang umumnya menyebar melalui kontak seksual ini juga sering disebut sebagai penyakit raja singa. Sudah tidak asing lagi bukan dengan keluhan kesehatan yang satu ini.

Biasanya pada penderita raja singa, akan muncul luka yang tidak menimbulkan sakit pada area organ vital, dubur, hingga mulut. 

Setelah muncul gejala awal, bisa saja bakteri tidak aktif selama bertahun-tahun hingga tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, jangan salah, penderita sifilis atau raja singa dapat menularkan bakteri yang dimilikinya pada pasangan seksualnya. 

Bahaya Sifilis Apabila Tidak Segera Diobati

Dikutip dari WebMD, apabila sifilis dibiarkan hingga bertahun-tahun dan tidak diobati apapun, maka dapat menyebabkan terjadinya kerusakan otak, jantung, pembuluh darah,, hingga sistem saraf. 

Lebih parahnya lagi penderita dan pasangannya beresiko mengalami kelumpuhan, kebutaan hingga HIV yang memicu penyakit AIDS. seiring berjalannya waktu, sifilis juga dapat merusak organ tubuh yang berujung pada kematian. 

Perawatan Penyakit Sifilis

Pengobatan yang dianjurkan pada semua tahap sifilis yaitu antibiotik penisilin. Dosis pemakaiannya mengikuti masa terinfeksi, misalnya jika masih kurang dari satu tahun maka cukup dengan suntikan penisilin 

Akan tetapi, kemungkinan dosis akan bertambah untuk penderita sifilis lebih dari satu tahun. Sebab, sampai saat ini masih belum ada obat yang diperjualbelikan di pasaran. Begitu pula obat alami atau herbal pun masih belum ada. 

Pengobatan Sifilis Pada Ibu Hamil

Ketika ibu hamil mengalami sifilis, maka saat dianjurkan untuk menjalani pengobatan, dengan tujuan agar tidak berpotensi menularkan penyakit ke janin atau bayi.

Jika ibu hamil memiliki alergi terhadap pinisilin, maka dokter akan memberikan prosedur khusus agar bisa mendapatkan antibiotik. 

Sebab jika tidak diobati, penyakit seksual yang menular ke janin atau bayi baru lahir dapat mengakibatkan kondisi serius seperti :

– Bayi lahir dalam kondisi meninggal dunia

– Kematian pada bayi

– Bayi mengalami cacat saat lahir

– Katarak

– Kejang

– Kehilangan kemampuan pendengaran atau tuli

Adapun demikian, penderita sifilis yang mendapatkan antibiotik biasanya akan memberikan efek samping, mulai dari demam, nyeri sendi atau otot, mual dan kedinginan dan sakit kepala. 

Akan tetapi, efek samping di atas biasanya hanya dirasakan dalam waktu sekitar 24 jam saja. Sebab, antibiotik akan membunuh bakteri yang menyebabkan sifilis dan mencegah kerusakan tambahan lain.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, pengobatan menggunakan antibiotik tidak bisa mengembalikan atau menyembuhkan kerusakan yang ada. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.