Tak Perlu Kriteria Khusus, Denny Malik Kumpulkan 1600 Siswi Untuk Menari Ratoeh Jaroe Pada Pembukaan Asian Games

Denny Malik, artis sekaligus koreografer yang lahir 18 februari 1963 ini mengawali karirnya sebagai penyanyi di tahun 1989. Namanya mulai dikenal kala ia berperan sebagai Erlangga dalam sinetron Celodi cinta bersama Hemalia Putri. Denny yang merupakan keturunan raja inderapura ini telah vakum didunia sinetron dan kembali melanjutkan passionnya sebagai koreografer sekaligus aktif mengajar mata pelajaran “Event Organizer” di SMA 28 dan SMA 6 Jakarta.

Pada Maret 2017 kemarin, Denny dipercaya oleh presiden Jokowi untuk menyiapkan Tarian Zapin dan Tarian Rampak Gendang Nusantara yang disuguhkan untuk menghibur Raja Salman beserta rombongan. Kini denny kembali dipercaya untuk menjadi koreografer acara opening Asian Games 2018 bersama Eko Supriyanto dengan menampilkan Tari Ratoeh Jaro yang dibawakan oleh 1600 siswi DKI Jakarta.

Selama proses audisi, Denny mengaku tidak memberikan kriteria khusus seperti harus bertubuh langsing atau yang harus jago menari. Bagi Denny, yang terpenting siswi tersebut harus mengerti rhythm dan bisa bekerja secara profesional. Butuh waktu 6 bulan bagi Denny dan Eko mempersiapkan Tarian Ratoh Jaroe tersebut. Dimana 1,5 bulan awal ia membuat koreografi bersama 20 koreografer lainnya, 3 bulan melatih siswi disekolah masing-masing, dan 1,5 bulan terakhir dikumpulkan menjadi satu. 1600 siswi itu berlatihan selama 4 jam setiap harinya selama hampir 5 bulan.

Benarkah selesai acara Denny dan 1600 penari lainnya menangis haru karena akhirnya bisa menampilkan hasil yang terbaik? Seperti apa proses pembuatan baju Tari Ratoh Jaroe yang sempat mencuri perhatian karena bisa berganti warna secepat kilat? Dan benarkah Denny Malik dibayar dengan harga fantastis untuk menjadi koreografer Asian Games? Saksikan kisah selengkapnya hanya di Rumpi No Secret.

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published.