Tanggung Kerugian Miliaran Rupiah Berkali-kali hingga Masuk Penjara, Begini Beberapa Fakta Soal Meredupnya Karir Mandala Shoji

Aktor sekaligus pembawa acara Mandala Abadi Shoji resmi bebas pada Rabu (7/8/2019), setelah divonis hukuman enam bulan penjara dan denda 5 juta subider satu bulan penjara karena adanya dugaan pelanggaran pemilu berupa bagi-bagi kupon umrah saat kampanye di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat, saat ia bersama caleg DPRD DKI dari PAN, Lucky Andriani pada (19/10/2018) silam.

Momen kebebasan Mandala dijemput keluarga (Agustus 2019)

Mandala yang sempat menjadi calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, mengaku sering tertipu oleh rekan bisnisnya hingga miliaran rupiah.

Berikut rangkuman kisah pilu pria asal Surabaya yang karirnya meredup karena tertipu rekan bisnisnya.

Sertifikat tanah palsu

Tahun 2015, Mandala pernah tertipu sebesar 70 juta rupiah karena sertifikat tanah yang dia beli palsu.

Cerita bermula ketika bapak empat anak ini membeli sebidang tanah untuk membangun sebuah ruko. Setelah mengecek lokasi tanah di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, ia merasa cocok. Lalu, ia pun menyetorkan uang sebagai tanda jadi pembelian tanah seluas 7.700 meter persegi tersebut.

Uang itu diberikan Mandala untuk menebus sertifikat tanah. Namun setelah dicek ulang nyatanya semua bodong. Rencananya, tanah yang dibanderol senilai 40 miliar itu akan dijadikan lahan investasi oleh Mandala, namun rencana tersebut gagal total.

Proyek pengerukan jalan toll

Juni 2018, Mandala pernah tertipu rekan bisnisnya sebesar 1,6 miliar rupiah! Mandala menuturkan bahwa ia ditipu oleh rekan bisnisnya dengan proyek pengerukan jalan toll Tangerang.

Kerjasama bisnis itu sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2017, namun tak kunjung selesai. Proyek tersebut seharusnya selesai dalam tiga bulan di tahun 2017. Namun ternyata, proyek terus molor dengan berbagai alasan.

Ia pun melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polresta Bogor dengan harapan kasusnya tersebut dapat segera diselesaikan tanpa harus menempuh jalur hukum. Janji hitam di atas putih tersebut tak dapat ditepati sejak Mandala tagih pada bulan Januari 2018.

Rekan bisnisnya yang berinisial ‘H’ tersebut sudah berjanji melunasi pada bulan Maret sebanyak tiga kali dengan jumlah masing-masing 600 juta, 500 juta, dan 500 juta; belum termasuk keuntungan yang dijanjikan sebesar 900 juta, sehingga total uang yang ia terima seharusnya adalah 2,5 miliar.

Namun ternyata, cek pertama yang ia terima adalah cek kosong. Begitu pula dengan surat agunan rumah yang diberikan oleh ‘H’, ternyata diagunkan tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Sehingga saat Mandala ingin menjual rumah tersebut untuk melunasi hutang, prosesnya terhambat. Cobaan besar tersebut ia terima di tengah masa kehamilan istrinya yang tengah mengandung anak ke-4.

Proyek dengan BUMN senilai 300M mandeg

Tahun 2019 Mandala mengatakan bisnisnya tetap berjalan selama dia masuk penjara. Namun rekan bisnis yang menangani pekerjaannya malah membawa kabur uang perusahaan senilai 1,6 miliar!

Bahkan, saat itu ia juga mempunyai draft kontrak kerja properti dengan salah satu perusahaan BUMN senilai 300 miliar yang menghilang begitu saja tanpa ada kepastian.

Padahal menurutnya ada hak dirinya juga disitu, tapi rekan bisnisnya malah memanfaatkan kesempatan saat Mandala masuk jeruji besi. (Fathia/Chandra)

Instagram Mandala Shoji

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *