Viral Video Luapan Amarahnya pada Pihak Kepolisian, Edo Kondologit: “Diserahkan mamanya untuk diproses, belum sampai 24 jam sudah mati”

Edo Kondologit menyita perhatian setelah di media sosial beredar video yang memperlihatkan dirinya meluapkan amarah kepada polisi. Dalam video itu, ia tampak meminta Kepolisian Polda Papua Barat dan Propam untuk mengusut dan memeriksa seluruh jajaran yang ada di Polres Sorong Kota terkait adik iparnya, George Karel Rumbino, yang meninggal di tahanan.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto, ketika dihubungi kumparan pada Minggu (30/8), mengatakan bahwa George Karel Rumbino meninggal karena dianiaya tahanan lain. Edo Kondologit pun memberi tanggapan untuk klarifikasi tersebut.

“Mereka alasan karena tahanan. Lho, tahanan ngehajar dibiarin? Tahanan, kan, dalam pengawasan kalian, dalam Polres, kok. Ada CCTV, kok, masa kalian biarkan? Jadi, kalian mau cuci tangan? Enggak bisa, dong. Karena yang menyebabkan darahnya banyak itu dianiaya tahanan, ya, pasti orang matilah. Dari pagi belum makan dia, kelaparan, tahan lapar, juga pengaruh minuman keras, narkoba, kalian aniaya seperti begitu,” tutur Edo Kondologit ketika dihubungi, Senin (31/8).

Selain dipukuli, menurut Edo Kondologit, George Karel Rumbino juga ditembak di bagian kaki kiri dan kanan.

“Ditembak di dalam Polres, bukan di luar, ya. Masih dalam proses, ditembak di situ, alasan mau melarikan diri. Melarikan diri bagaimana? Bagaimana ditembak begitu? Alasannya apa, seberat apa emang pelanggarannya sampai ditembak begitu? Memang polisi ini hakim yang memutuskan? Enggak bisa begitu,” ucapnya.

George Karel Rumbino, berdasarkan keterangan Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto, terlibat dalam kasus perampokan, pembunuhan, hingga pemerkosaan yang menewaskan seorang perempuan di Pulau Doom. Edo Kondologit menjelaskan pula mengenai itu menurut versinya.

“Sebelumnya ada kasus meninggal di tetangga ada indikasi dan beberapa hal dianggap berhubungan, jadi diserahkanlah sama mamanya. Karena berhubungan baik dengan tetangganya ini, makanya si mamanya langsung menyerahkan anaknya untuk diproses,” ujarnya.

Edo Kondologit mengaku geram. Sebab, pihak keluarganya berharap agar polisi dapat mengayomi, bukan bertindak seenaknya.

“Kita berharap, polisi bisa menangani dengan baik. Maksudnya silakan diproses aja, kalau memang bersalah, ya, secara hukum, bukan penganiayaan, dengan cara interogasi yang tidak beradab, biadab, dengan cara kekerasan, ditembak kaki, tangan diborgol. Ini, kan, yang mengusik rasa keadilan kita,” pungkas Edo Kondologit.

(disadur dari kumparan.com/Regina Kunthi Rosary)

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *