Waduh, Marissa Nasution Akui Sempat Buru-buru Ingin Sudahi Kehamilan, Ada Apa?

Di usia kehamilan 4 bulan, pasangan Marissa Nasution dan Benedict Brueggemann harus merelakan salah satu bayi mereka, akibat sindrom Twin to Twin Transfusion.

Dokter kemudian menjatuhkan vonis kehamilan Marissa cukup beresiko sehingga harus terus menerus dipantau.

“Awalnya 2 hari sekali harus dicek, lalu kemudian seminggu sekali, apakah dia (Alaia) mampu bertahan,” kata Marissa dalam kemunculan perdananya di acara Rumpi (31/07).

“Dari awal, aku hanya ingin kehamilan ini segera selesai. Setelah Alaia lahir,baru aku merasa bahagia dan lega…” lanjut ibu baru ini kemudian.

Kehilangan salah satu bayi kembar mereka tentunya sempat meninggalkan luka bagi Marissa dan suami.

“Kalo sekarang sih, setiap kali merasa sedih, aku bersama suami melihat Alaia dan merasa bersyukur. Alaia sehat…” ungkap Marissa.

Marissa dan suami tadinya ingin memberikan nama Alaia dan Moana untuk kedua putri kembarnya. Namun karena salah satu bayinya meninggal di dalam kandungan, keduanya memutuskan menggunakan kedua nama tersebut bagi bayi yang mampu bertahan, sekaligus untuk mengenang saudarinya.

“Alaia diambil dari bahasa Arab yang artinya kebahagian. Sedangkan Moana dari bahasa Maori yang artinya laut. Ya, karena film kartun itu juga sih, hahhaa…Jadi dia (Alaia) berarti lautan kebahagiaan bagi kami,” ujar Marissa dengan sumringah.

 

liontivi

Media Berita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *